Bahussutaṁ dhammadharaṁ,
Seorang siswa Buddha yang bijaksana,
A wise disciple of the Buddha
Sedikit Belajar
Khotbah ini mengajak kita merenungkan hubungan antara pengetahuan dan pemahaman. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha membedakan empat tipe pelajar, dan apa yang membuat pembelajaran seseorang dianggap berhasil.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha membahas empat jenis individu yang ada di dunia berdasarkan dua faktor: banyak atau sedikitnya pembelajaran (suta) dan apakah mereka memahami makna serta berlatih sesuai Dhamma (atthamaññāya dhammamaññāya dhammānudhammappaṭipanno). Beliau menjelaskan bahwa banyaknya pengetahuan tidak menjamin pemahaman yang benar, dan sebaliknya, sedikit pengetahuan pun bisa dihayati dengan baik. Khotbah ditutup dengan syair yang menegaskan pentingnya keseimbangan antara pembelajaran dan moralitas, serta pujian bagi mereka yang memiliki keduanya.
Bahussutaṁ dhammadharaṁ,
Seorang siswa Buddha yang bijaksana,
A wise disciple of the Buddha
sappaññaṁ buddhasāvakaṁ;
yang terpelajar dan menghafal ajaran;
who is learned and has memorized the teachings;
Nekkhaṁ jambonadasseva,
bagaikan kalung emas dari Sungai Jambonada,
like a pendant of Black Plum River gold,
ko taṁ ninditumarahati;
siapakah yang layak mencelanya?
who is worthy to criticize them?
Devāpi naṁ pasaṁsanti,
Bahkan para dewa memujinya,
Even the gods praise them,
brahmunāpi pasaṁsito”ti.
dan oleh Brahma pun ia dipuji.”
and by the Divinity, too, they’re praised.”
Chaṭṭhaṁ.
Keempat.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.