Kathañca, bhikkhave, puggalo bahussuto hoti sutena anupapanno?
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seorang individu banyak belajar tetapi tidak mencapai inti pembelajaran?
And how has an individual learned much but hasn’t got the point of learning?
Sedikit Belajar
Khotbah ini mengajak kita merenungkan hubungan antara pengetahuan dan pemahaman. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha membedakan empat tipe pelajar, dan apa yang membuat pembelajaran seseorang dianggap berhasil.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha membahas empat jenis individu yang ada di dunia berdasarkan dua faktor: banyak atau sedikitnya pembelajaran (suta) dan apakah mereka memahami makna serta berlatih sesuai Dhamma (atthamaññāya dhammamaññāya dhammānudhammappaṭipanno). Beliau menjelaskan bahwa banyaknya pengetahuan tidak menjamin pemahaman yang benar, dan sebaliknya, sedikit pengetahuan pun bisa dihayati dengan baik. Khotbah ditutup dengan syair yang menegaskan pentingnya keseimbangan antara pembelajaran dan moralitas, serta pujian bagi mereka yang memiliki keduanya.
Kathañca, bhikkhave, puggalo bahussuto hoti sutena anupapanno?
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seorang individu banyak belajar tetapi tidak mencapai inti pembelajaran?
And how has an individual learned much but hasn’t got the point of learning?
Idha, bhikkhave, ekaccassa puggalassa bahukaṁ sutaṁ hoti—
Di sini, para bhikkhu, ada seseorang yang telah banyak belajar—
It’s when an individual has learned much of the
suttaṁ geyyaṁ veyyākaraṇaṁ gāthā udānaṁ itivuttakaṁ jātakaṁ abbhutadhammaṁ vedallaṁ.
khotbah, campuran prosa dan syair, uraian, syair-syair, ucapan inspiratif, ucapan demikian, kisah-kisah kelahiran, hal-hal menakjubkan, dan pembahasan terperinci.
statements, mixed prose & verse, discussions, verses, inspired exclamations, legends, stories of past lives, amazing stories, and elaborations.
So tassa bahukassa sutassa na atthamaññāya dhammamaññāya dhammānudhammappaṭipanno hoti.
Tetapi meskipun ia telah banyak belajar, ia tidak memahami makna maupun Dhamma, dan tidak berlatih sesuai dengan Dhamma.
But even though they’ve learned much, they understand neither the meaning nor the teaching, nor do they practice in line with the teaching.
Evaṁ kho, bhikkhave, puggalo bahussuto hoti sutena anupapanno.
Demikianlah, para bhikkhu, seseorang yang telah banyak belajar tetapi tidak mencapai inti dari pembelajaran itu.
That’s how an individual has learned much but hasn’t got the point of learning.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.