Katamañca, bhikkhave, pahānappadhānaṁ?
Dan apakah, para bhikkhu, usaha untuk meninggalkan?
And what, mendicants, is the effort to give up?
Khotbah tentang Usaha
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana upaya batin dapat diarahkan secara cerdas. Perhatikan bagaimana Sang Buddha membedakan empat area kerja yang berbeda—mencegah, meninggalkan, mengembangkan, dan memelihara—dan bagaimana semuanya saling melengkapi dalam praktik sehari-hari.
Dalam khotbah singkat ini, Sang Buddha mengajarkan kepada para bhikkhu tentang empat jenis usaha (padhāna) yang penting dalam praktik spiritual: usaha untuk menahan diri dari hal-hal buruk yang belum muncul, usaha untuk meninggalkan hal-hal buruk yang telah muncul, usaha untuk mengembangkan hal-hal baik yang belum muncul, dan usaha untuk memelihara hal-hal baik yang telah muncul. Khotbah ini menekankan pentingnya upaya yang seimbang dan berkesinambungan dalam latihan batin.
Katamañca, bhikkhave, pahānappadhānaṁ?
Dan apakah, para bhikkhu, usaha untuk meninggalkan?
And what, mendicants, is the effort to give up?
Idha, bhikkhave, bhikkhu uppannānaṁ pāpakānaṁ akusalānaṁ dhammānaṁ pahānāya chandaṁ janeti vāyamati vīriyaṁ ārabhati cittaṁ paggaṇhāti padahati.
Di sini, para bhikkhu, seorang bhikkhu membangkitkan keinginan, berusaha, mengerahkan energi, mengarahkan pikiran, dan bertekad untuk meninggalkan kualitas-kualitas buruk dan tidak bermanfaat yang telah muncul.
It’s when you generate enthusiasm, try, make an effort, exert the mind, and strive so that bad, unskillful qualities are given up.
Idaṁ vuccati, bhikkhave, pahānappadhānaṁ.
Ini disebut, para bhikkhu, usaha untuk meninggalkan.
This is called the effort to give up.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.