Phalaṁ ve kadaliṁ hanti,
Buah menghancurkan pohon pisang,
The banana plant is destroyed by its own fruit,
Khotbah tentang Devadatta
Dalam sutta ini, Sang Buddha menggunakan perumpamaan sederhana dari alam untuk menyampaikan peringatan mendalam tentang bahaya kehormatan dan ketenaran. Mari kita simak bagaimana beliau mengajarkan hal ini kepada para bhikkhu.
Sang Buddha, tidak lama setelah Devadatta meninggalkan komunitas, menjelaskan kepada para bhikkhu bahwa perolehan, penghormatan, dan ketenaran yang diterima Devadatta justru menjadi penyebab kehancuran dan keruntuhannya sendiri. Beliau menggunakan empat perumpamaan—pohon pisang, bambu, alang-alang, dan bagal—untuk menggambarkan bagaimana hal-hal yang tampak menguntungkan dapat membawa kehancuran bagi mereka yang tidak layak menerimanya.
Phalaṁ ve kadaliṁ hanti,
Buah menghancurkan pohon pisang,
The banana plant is destroyed by its own fruit,
phalaṁ veḷuṁ phalaṁ naḷaṁ;
buah menghancurkan bambu dan alang-alang;
as are the bamboo and the reed.
Sakkāro kāpurisaṁ hanti,
Penghormatan menghancurkan orang yang buruk,
Honor destroys a reprobate,
gabbho assatariṁ yathā”ti.
seperti kehamilan menghancurkan bagal."
as pregnancy destroys a mule.”
Aṭṭhamaṁ.
Kedelapan.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.