Apādakehi me mettaṁ,
Semoga aku memiliki cinta kasih kepada makhluk tanpa kaki,
I love the footless creatures,
Khotbah tentang Raja Ular
Sutta ini adalah salah satu sutta perlindungan (paritta) yang populer. Saat membacanya, perhatikan bagaimana cinta kasih (mettā) diarahkan secara spesifik kepada makhluk-makhluk tertentu dan bagaimana hal itu menjadi landasan perlindungan diri.
Seorang bhikkhu di Sāvatthī meninggal karena digigit ular. Sang Buddha menjelaskan bahwa bhikkhu itu tidak meliputi empat keluarga raja ular dengan pikiran cinta kasih. Beliau kemudian mengajarkan sebuah paritta perlindungan diri yang terdiri dari cinta kasih kepada semua makhluk dan penghormatan kepada Buddha, Dhamma, dan Saṅgha.
Apādakehi me mettaṁ,
Semoga aku memiliki cinta kasih kepada makhluk tanpa kaki,
I love the footless creatures,
mettaṁ dvipādakehi me;
Semoga aku memiliki cinta kasih kepada makhluk berkaki dua,
the two-footed I love,
Catuppadehi me mettaṁ,
Aku mencintai makhluk berkaki empat,
I love the four-footed,
mettaṁ bahuppadehi me.
makhluk berkaki banyak pun kucintai.
the many-footed I love.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.