Brahmāti mātāpitaro,
Ayah dan ibu disebut ‘Keilahian’,
Parents are said to be ‘Divinity’
Khotbah tentang Hidup dengan Keilahian
Dalam khotbah ini, Sang Buddha mengajak kita merenungkan peran orang tua yang begitu besar dalam kehidupan kita. Mari kita simak bagaimana Beliau menggambarkan keagungan orang tua dan ajakan untuk menghormati mereka dengan tulus.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha menjelaskan bahwa keluarga yang anak-anaknya menghormati orang tua di rumah disebut hidup bersama keilahian, guru pertama, dewa tertua, dan yang layak menerima persembahan. Beliau menegaskan bahwa sebutan-sebutan ini merujuk pada ayah dan ibu karena mereka sangat berjasa: membesarkan, merawat, dan menunjukkan dunia kepada anak-anak. Khotbah ditutup dengan nasihat agar orang bijaksana menghormati orang tua dengan makanan, pakaian, perawatan, dan mencuci kaki, yang membawa pujian di dunia ini dan kebahagiaan di surga.
Brahmāti mātāpitaro,
Ayah dan ibu disebut ‘Keilahian’,
Parents are said to be ‘Divinity’
pubbācariyāti vuccare;
dan ‘para guru pertama’;
and ‘first tutors’.
Āhuneyyā ca puttānaṁ,
Mereka layak menerima persembahan yang dipersembahkan kepada para dewa <j>dari anak-anak mereka,
They’re worthy of offerings dedicated to the gods <j>from their children,
pajāya anukampakā.
karena mereka penuh kasih sayang kepada keturunannya.
for they love their offspring.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.