Katamā ca, gahapati, cāgasampadā?
Dan apakah, tuan rumah, kesempurnaan dalam kedermawanan?
And what is accomplishment in generosity?
Perbuatan yang Patut
Sutta ini berbicara langsung tentang kehidupan sehari-hari seorang perumah tangga, terutama dalam hal mengelola kekayaan dan membangun kualitas batin. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha merangkai ajaran tentang hal-hal yang sulit diperoleh namun sangat diinginkan, serta langkah-langkah praktis untuk mewujudkannya.
Dalam sutta ini, Sang Buddha mengajarkan kepada perumah tangga Anāthapiṇḍika tentang empat hal yang diinginkan, disukai, dan sulit diperoleh di dunia: kekayaan yang sah, kemasyhuran, umur panjang, dan kelahiran kembali di alam surga. Beliau kemudian menjelaskan empat kualitas yang menunjang perolehan hal-hal tersebut, yaitu keyakinan, moralitas, kedermawanan, dan kebijaksanaan. Terakhir, Beliau menguraikan empat perbuatan yang patut dilakukan dengan kekayaan yang diperoleh secara sah, serta menegaskan pentingnya menggunakan kekayaan pada tempat yang layak.
Katamā ca, gahapati, cāgasampadā?
Dan apakah, tuan rumah, kesempurnaan dalam kedermawanan?
And what is accomplishment in generosity?
Idha, gahapati, ariyasāvako vigatamalamaccherena cetasā agāraṁ ajjhāvasati muttacāgo payatapāṇi vosaggarato yācayogo dānasaṁvibhāgarato.
Di sini, tuan rumah, seorang siswa mulia berdiam di rumah dengan pikiran yang bebas dari noda kekikiran, dermawan dengan bebas, berhati terbuka, senang melepaskan, siap diminta, bergembira dalam memberi dan berbagi.
It’s when a noble disciple lives at home with heart rid of the stain of stinginess, freely generous, open-handed, loving to let go, committed to charity, loving to give and to share.
Ayaṁ vuccati, gahapati, cāgasampadā.
Inilah yang disebut, tuan rumah, kesempurnaan dalam kedermawanan.
This is called accomplishment in generosity.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.