an4.54:1.1 “Cattārome, bhikkhave, saṁvāsā.
an4.54:1.2 Katame cattāro?
an4.54:1.3 Chavo chavāya saddhiṁ saṁvasati,
an4.54:1.4 chavo deviyā saddhiṁ saṁvasati,
an4.54:1.5 devo chavāya saddhiṁ saṁvasati,
an4.54:1.6 devo deviyā saddhiṁ saṁvasati.
Kehidupan Bersama (2)
Sutta ini menggunakan perumpamaan yang kuat untuk merenungkan bagaimana moralitas dan karakter kita memengaruhi kualitas hubungan dan kehidupan kita. Mari kita simak bagaimana Buddha menguraikan empat cara hidup bersama ini.
Buddha menjelaskan empat cara hidup bersama dalam rumah tangga, dianalogikan dengan mayat hidup dan dewa. Cara hidup ditentukan oleh moralitas dan karakter suami-istri, bukan status sosial. Pasangan yang sama-sama bermoral disebut hidup bersama sebagai dewa dan dewi, dan akan bergembira di alam dewa setelah meninggal.
an4.54:1.1 “Cattārome, bhikkhave, saṁvāsā.
an4.54:1.2 Katame cattāro?
an4.54:1.3 Chavo chavāya saddhiṁ saṁvasati,
an4.54:1.4 chavo deviyā saddhiṁ saṁvasati,
an4.54:1.5 devo chavāya saddhiṁ saṁvasati,
an4.54:1.6 devo deviyā saddhiṁ saṁvasati.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.