Ubho saddhā vadaññū ca,
Ketika keduanya berkeyakinan dan dermawan,
When both are faithful and bountiful,
Kehidupan Bersama (1)
Sutta ini menawarkan cermin yang menarik untuk merenungkan kualitas hubungan kita. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha melukiskan empat tipe pasangan, dari yang paling suram hingga yang paling cemerlang, dan apa artinya bagi kehidupan kita sehari-hari.
Dalam perjalanan antara Madhurā dan Verañjā, Sang Buddha bertemu dengan sekelompok perumah tangga dan mengajarkan empat cara hidup bersama. Ia menggunakan perumpamaan 'mayat hidup' (chava) dan 'dewa' (deva) untuk menggambarkan kualitas moral pasangan suami-istri, menekankan pentingnya moralitas, kedermawanan, dan kebebasan dari kekikiran dalam kehidupan berumah tangga. Sutta ditutup dengan syair yang menggambarkan kebahagiaan pasangan yang setara dalam moralitas, baik di dunia ini maupun di alam surga.
Ubho saddhā vadaññū ca,
Ketika keduanya berkeyakinan dan dermawan,
When both are faithful and bountiful,
saññatā dhammajīvino;
terkendali, hidup dalam kebenaran,
disciplined, living righteously,
Te honti jānipatayo,
maka suami istri itu
then wife and husband
aññamaññaṁ piyaṁvadā.
saling mengucapkan kata-kata yang menyenangkan.
say nice things to each other.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.