Evaṁ naraṁ annadapānavatthadaṁ,
Demikian pula, orang yang memberi makanan, minuman, dan pakaian,
In the same way, when a person gives <j>food, drink, and clothes;
Kebajikan yang Melimpah (Pertama)
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana tindakan memberi, terutama kepada mereka yang berlatih dengan sungguh-sungguh, dapat menghasilkan kebajikan yang melimpah dan tak terukur. Mari kita simak penjelasan Sang Buddha tentang empat arus kebajikan ini.
Sang Buddha menjelaskan empat arus kebajikan yang melimpah yang muncul ketika seorang bhikkhu menggunakan empat kebutuhan pokok—jubah, dana makanan, tempat tinggal, serta obat dan perlengkapan bagi yang sakit—sambil berdiam dalam konsentrasi batin yang tak terbatas. Kebajikan yang dihasilkan oleh para penyumbang ini tak terukur, bagaikan air di samudra yang tak dapat dihitung. Sutta ditutup dengan syair yang mengibaratkan arus kebajikan seperti sungai-sungai yang mengalir ke samudra.
Evaṁ naraṁ annadapānavatthadaṁ,
Demikian pula, orang yang memberi makanan, minuman, dan pakaian,
In the same way, when a person gives <j>food, drink, and clothes;
Seyyānisajjattharaṇassa dāyakaṁ;
dan menjadi penyumbang tempat tidur, tempat duduk, dan tikar—
and they’re a giver of beds, seats, and mats—
Puññassa dhārā upayanti paṇḍitaṁ,
Arus jasa kebajikan mengalir kepada orang bijaksana,
the streams of merit reach that astute person,
Najjo yathā vārivahāva sāgaran”ti.
bagaikan sungai-sungai yang membawa airnya menuju samudra.”
as the rivers bring their waters to the sea.”
Paṭhamaṁ.
Pertama.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.