Mātari pitari cāpi,
Seseorang yang berbuat salah
A person who does wrong
Sutta tentang Kerugian (Ke-2)
Sutta ini adalah wejangan langsung yang sederhana namun mendalam tentang etika dan akibat moral. Perhatikan bagaimana Sang Buddha menyusun ajaran ini secara paralel, menunjukkan pentingnya hubungan dengan orang tua dan penghormatan kepada para mulia.
Sutta ini membahas empat orang yang terhadapnya perilaku salah membawa kerugian dan celaan, sementara perilaku benar membawa kebaikan dan pujian. Keempat orang tersebut adalah ibu, ayah, seorang Tathāgata (Buddha), dan seorang siswa Tathāgata. Sutta ini menekankan akibat moral dari tindakan seseorang terhadap figur-figur penting ini, baik di kehidupan sekarang maupun setelah meninggal dunia.
Mātari pitari cāpi,
Seseorang yang berbuat salah
A person who does wrong
yo micchā paṭipajjati;
terhadap ibu atau ayahnya,
by their mother or father,
Tathāgate vā sambuddhe,
atau terhadap Tathāgata, seorang Buddha,
or a Realized One, a Buddha,
atha vā tassa sāvake;
atau terhadap siswa-siswa-Nya,
or one of their disciples,
Bahuñca so pasavati,
orang demikian itu menimbun
brims with much wickedness.
apuññaṁ tādiso naro.
banyak keburukan.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.