Yadā ca buddhā lokasmiṁ,
Tetapi ketika para Buddha muncul
But when the Buddhas arise
Khotbah tentang Pembalikan
Sutta ini mengajak kita merenungkan cara kita memandang dunia. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha menguraikan empat 'pembalikan' yang umum terjadi pada batin, dan bagaimana koreksi atas pembalikan itu menjadi jalan menuju kebebasan.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha menjelaskan empat pembalikan persepsi, pikiran, dan pandangan yang membuat makhluk hidup terperangkap dalam saṁsāra: menganggap yang tidak kekal sebagai kekal, penderitaan sebagai kebahagiaan, bukan-diri sebagai diri, dan yang tidak indah sebagai indah. Beliau kemudian menguraikan empat koreksi yang sebaliknya, yang membebaskan makhluk dari kuk Māra dan menuntun pada penenangan penderitaan.
Yadā ca buddhā lokasmiṁ,
Tetapi ketika para Buddha muncul
But when the Buddhas arise
Uppajjanti pabhaṅkarā;
di dunia, para penerang itu
in the world, those beacons
Te imaṁ dhammaṁ pakāsenti,
menyatakan ajaran ini,
reveal this teaching,
Dukkhūpasamagāminaṁ.
yang menuntun menuju penenangan penderitaan.
that leads to the stilling of suffering.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.