Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 4.48
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini menggambarkan suasana hangat di mana Sang Buddha memuji seorang bhikkhu yang sedang mengajar. Perhatikan bagaimana pujian tersebut kemudian mengalir menjadi syair tentang kekuatan kata-kata dan pentingnya mengungkapkan kebijaksanaan melalui ucapan.
Sang Buddha mendengar khotbah Dhamma yang diberikan oleh Yang Mulia Visākha, putra Pañcāli, kepada para bhikkhu di aula pertemuan. Beliau memuji khotbah tersebut dan kemudian menyampaikan syair tentang pentingnya berbicara untuk mengenali kebijaksanaan seseorang, serta mengibarkan panji para petapa melalui kata-kata yang baik dan ajaran Dhamma.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
Pada saat itu Yang Mulia Visākha, putra Pañcāli, sedang menasihati, mendorong, membangkitkan semangat, dan menggembirakan para bhikkhu di aula pertemuan dengan khotbah Dhamma, dengan ucapan yang halus, lancar, jelas, mudah dipahami, lengkap, dan tidak bergantung pada hal lain.
Now at that time Venerable Visākha, Pañcāli’s son, was educating, encouraging, firing up, and inspiring the mendicants in the assembly hall with a Dhamma talk. His words were polished, clear, articulate, expressing the meaning, comprehensive, and independent.
Kemudian pada sore hari, Sang Bhagavā keluar dari keterasingan dan mendatangi aula pertemuan. Setelah tiba, Beliau duduk di tempat yang telah disediakan.
Then in the late afternoon, the Buddha came out of retreat and went to the assembly hall. He sat down on the seat spread out,
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
AN 4.48 · Khotbah tentang Visākha | Tiga Keranjang