Cattārome, bhikkhave, saddhammā.
Para bhikkhu, ada empat hal yang merupakan Dhamma sejati.
These four things are the true teaching.
Mengutamakan Kemarahan (Ke-2)
Sutta ini mengajak kita merenungkan prioritas dalam praktik spiritual. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha membedakan antara sikap yang menghambat pertumbuhan batin dan sikap yang menyuburkannya.
Dalam sutta ini, Sang Buddha mengajarkan kepada para bhikkhu tentang empat hal yang bertentangan dengan Dhamma sejati dan empat hal yang merupakan Dhamma sejati. Beliau menekankan pentingnya mengutamakan Dhamma daripada kemarahan, penghinaan, perolehan materi, dan penghormatan, dengan menggunakan perumpamaan benih busuk dan tumbuhan obat untuk menggambarkan akibat dari sikap tersebut.
Cattārome, bhikkhave, saddhammā.
Para bhikkhu, ada empat hal yang merupakan Dhamma sejati.
These four things are the true teaching.
Katame cattāro?
Apakah empat itu?
What four?
Saddhammagarutā na kodhagarutā, saddhammagarutā na makkhagarutā, saddhammagarutā na lābhagarutā, saddhammagarutā na sakkāragarutā.
Mengutamakan Dhamma sejati, bukan mengutamakan kemarahan; mengutamakan Dhamma sejati, bukan mengutamakan penghinaan; mengutamakan Dhamma sejati, bukan mengutamakan perolehan materi; mengutamakan Dhamma sejati, bukan mengutamakan penghormatan.
Valuing the true teaching rather than anger, denigration, material things, and honor.
Ime kho, bhikkhave, cattāro saddhammāti.
Ini, para bhikkhu, adalah empat hal yang merupakan Dhamma sejati.
These are the four things that are the true teaching.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.