an4.41:6.1 ‘Saṅkhāya lokasmiṁ paroparāni,
an4.41:6.2 Yassiñjitaṁ natthi kuhiñci loke;
an4.41:6.3 Santo vidhūmo anīgho nirāso,
an4.41:6.4 Atāri so jātijaranti brūmī’”ti.
an4.41:6.5 Paṭhamaṁ.
Sutta tentang Pengembangan Samādhi Lebih Lanjut
Sutta ini mengajak kita melihat samādhi secara lebih bernuansa—bukan sekadar satu praktik, melainkan empat pengembangan dengan tujuan yang berbeda-beda. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha memetakan praktik konsentrasi dari yang paling mendasar hingga yang paling mendalam.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan empat cara mengembangkan samādhi (konsentrasi) yang masing-masing memiliki tujuan berbeda: kebahagiaan berdiam di kehidupan ini, memperoleh pengetahuan dan penglihatan, mengembangkan perhatian dan kewaspadaan penuh, serta mencapai penghancuran kekotoran batin. Beliau merinci praktik spesifik untuk masing-masing tujuan, mulai dari pencapaian jhāna hingga perenungan muncul dan lenyapnya lima kelompok unsur kehidupan. Sutta ditutup dengan syair dari Pertanyaan Puṇṇaka tentang seseorang yang telah menyeberangi kelahiran dan penuaan.
an4.41:6.1 ‘Saṅkhāya lokasmiṁ paroparāni,
an4.41:6.2 Yassiñjitaṁ natthi kuhiñci loke;
an4.41:6.3 Santo vidhūmo anīgho nirāso,
an4.41:6.4 Atāri so jātijaranti brūmī’”ti.
an4.41:6.5 Paṭhamaṁ.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.