Appamatto ayaṁ kali,
Kekalahan dalam dadu adalah hal yang sepele,
A losing hand at dice is a trivial thing,
Khotbah tentang Kerugian (1)
Dalam khotbah ini, Sang Buddha mengajak kita merenungkan bagaimana cara kita menilai orang lain dan hal-hal di sekitar kita. Mari kita simak dengan hati terbuka, bagaimana kebiasaan memuji atau mencela tanpa pemeriksaan dapat membawa dampak besar bagi diri sendiri.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha menjelaskan empat kualitas yang membuat seseorang bodoh dan tidak baik, yaitu memuji yang layak dicela, mencela yang layak dipuji, menimbulkan keyakinan pada hal yang tidak patut, dan tidak menimbulkan keyakinan pada hal yang patut. Sebaliknya, empat kualitas yang membuat seseorang bijaksana dan baik adalah kebalikannya: setelah menyelidiki, ia mencela yang layak dicela, memuji yang layak dipuji, tidak menimbulkan keyakinan pada hal yang tidak patut, dan menimbulkan keyakinan pada hal yang patut. Khotbah ini menekankan pentingnya pemeriksaan dan kebijaksanaan dalam penilaian, serta konsekuensi berat dari memfitnah para mulia.
Appamatto ayaṁ kali,
Kekalahan dalam dadu adalah hal yang sepele,
A losing hand at dice is a trivial thing,
Yo akkhesu dhanaparājayo;
jika yang hilang hanyalah harta benda
if all you lose is your money
Sabbassāpi sahāpi attanā,
dan segala milikmu, bahkan dirimu sendiri.
and all you own, even yourself.
Ayameva mahantataro kali;
Yang merupakan kekalahan yang jauh lebih besar
What’s a really terrible hand
Yo sugatesu manaṁ padosaye.
adalah membenci para suci.
is to hate the holy ones.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.