Ye ca yaññā nirārambhā,
Tetapi para petapa agung yang berperilaku benar,
But the great sages of right comportment
Kepada Ujjaya
Dalam sutta ini, kita akan menyaksikan bagaimana Buddha merespons pertanyaan brahmana Ujjaya tentang pengorbanan. Beliau tidak serta-merta menolak atau menerima, melainkan menunjukkan kriteria yang lebih dalam: apakah pengorbanan itu melibatkan kekerasan terhadap makhluk lain atau tidak. Mari kita simak percakapan ini untuk memahami ajaran Buddha tentang praktik keagamaan yang sejati.
Brahmana Ujjaya bertanya kepada Buddha apakah Beliau memuji pengorbanan (yañña). Buddha menjawab dengan membedakan dua jenis pengorbanan: pengorbanan yang penuh kekerasan karena menyembelih makhluk, yang tidak dipuji-Nya, dan pengorbanan tanpa kekerasan, seperti pemberian rutin yang dilakukan secara teratur, yang justru dipuji-Nya. Beliau menegaskan bahwa para Arahanta dan mereka yang sedang menempuh jalan menuju kesempurnaan hanya menghadiri pengorbanan yang tidak mencelakakan makhluk lain.
Ye ca yaññā nirārambhā,
Tetapi para petapa agung yang berperilaku benar,
But the great sages of right comportment
yajanti anukulaṁ sadā;
menghadiri pengorbanan yang sesuai dan selalu selaras,
do attend those sacrifices
Ajeḷakā ca gāvo ca,
di mana kambing, domba, dan sapi,
that are non-violent and propitious,
vividhā nettha haññare;
serta berbagai makhluk tidak dibunuh;
where goats, sheep, and cattle,
Tañca sammaggatā yaññaṁ,
pengorbanan yang selaras itulah
and various creatures are not killed.
upayanti mahesino.
yang dihadiri oleh para petapa agung.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.