Sa ve santo sato bhikkhu,
Bhikkhu itu damai dan penuh perhatian,
That mendicant is peaceful and mindful,
Sutta Patilīna (Menyendiri)
Sutta ini mengajak kita merenungkan apa arti 'menyendiri' yang sejati—bukan hanya fisik, tetapi pelepasan batin dari segala keterikatan dan pandangan. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha merinci kualitas-kualitas tersebut.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan empat kualitas seorang bhikkhu yang disebut 'menyendiri' (patilīna): telah menyingkirkan pandangan-pribadi tentang kebenaran, telah menghentikan segala pencarian, telah menenangkan proses jasmani, dan telah memotong keangkuhan 'aku'. Sutta diakhiri dengan syair yang menegaskan pencapaian tersebut sebagai kebebasan sejati.
Sa ve santo sato bhikkhu,
Bhikkhu itu damai dan penuh perhatian,
That mendicant is peaceful and mindful,
passaddho aparājito;
tenang dan tak terkalahkan.
tranquil and undefeated.
Mānābhisamayā buddho,
Dan ketika mereka tercerahkan dengan memahami keangkuhan,
And when they’re awakened <j>by comprehending conceit,
patilīnoti vuccatī”ti.
mereka disebut ‘menyendiri’.”
they’re called ‘withdrawn’.”
Aṭṭhamaṁ.
Yang kedelapan.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.