Kathañca, bhikkhave, bhikkhu samavayasaṭṭhesano hoti?
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seorang bhikkhu telah sepenuhnya menghentikan pencarian?
And how has a mendicant totally given up searching?
Sutta Patilīna (Menyendiri)
Sutta ini mengajak kita merenungkan apa arti 'menyendiri' yang sejati—bukan hanya fisik, tetapi pelepasan batin dari segala keterikatan dan pandangan. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha merinci kualitas-kualitas tersebut.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan empat kualitas seorang bhikkhu yang disebut 'menyendiri' (patilīna): telah menyingkirkan pandangan-pribadi tentang kebenaran, telah menghentikan segala pencarian, telah menenangkan proses jasmani, dan telah memotong keangkuhan 'aku'. Sutta diakhiri dengan syair yang menegaskan pencapaian tersebut sebagai kebebasan sejati.
Kathañca, bhikkhave, bhikkhu samavayasaṭṭhesano hoti?
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seorang bhikkhu telah sepenuhnya menghentikan pencarian?
And how has a mendicant totally given up searching?
Idha, bhikkhave, bhikkhuno kāmesanā pahīnā hoti, bhavesanā pahīnā hoti, brahmacariyesanā paṭippassaddhā.
Di sini, para bhikkhu, pencarian akan kenikmatan indria telah ditinggalkan, pencarian akan kelangsungan hidup telah ditinggalkan, dan pencarian akan kehidupan suci telah diredakan.
It’s when they’ve given up searching for sensual pleasures, for continued existence, and for a spiritual path.
Evaṁ kho, bhikkhave, bhikkhu samavayasaṭṭhesano hoti.
Demikianlah, para bhikkhu, seorang bhikkhu telah sepenuhnya menghentikan pencarian.
That’s how a mendicant has totally given up searching.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.