‹
AN 4.38

Patilīnasutta

Sutta Patilīna (Menyendiri)

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 4.38

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan apa arti 'menyendiri' yang sejati—bukan hanya fisik, tetapi pelepasan batin dari segala keterikatan dan pandangan. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha merinci kualitas-kualitas tersebut.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan empat kualitas seorang bhikkhu yang disebut 'menyendiri' (patilīna): telah menyingkirkan pandangan-pribadi tentang kebenaran, telah menghentikan segala pencarian, telah menenangkan proses jasmani, dan telah memotong keangkuhan 'aku'. Sutta diakhiri dengan syair yang menegaskan pencapaian tersebut sebagai kebebasan sejati.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

an4.38:1.1 “Mendicants, a mendicant has cast aside idiosyncratic interpretations of the truth, has totally given up searching, has stilled the physical process, and is said to be ‘withdrawn’.

an4.38:1.2 And how has a mendicant cast aside idiosyncratic interpretations of the truth?

an4.38:1.3 Different ascetics and brahmins have different idiosyncratic interpretations of the truth. For example:

an4.38:1.4 the cosmos is eternal, or not eternal, or finite, or infinite; the soul and the body are one and the same, or the soul is one thing, the body another; after death, a realized one still exists, or no longer exists, or both still exists and no longer exists, or neither still exists nor no longer exists.

an4.38:1.5 A mendicant has cast out, cast aside, thrown out, discarded, let go of, given up, and relinquished all these.

an4.38:1.6 That’s how a mendicant has cast aside idiosyncratic interpretations of the truth.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.