‹
AN 4.36

Doṇasutta

Khotbah tentang Doṇa

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 4.36

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan makna pencerahan: bukan sekadar status makhluk, melainkan kebebasan dari segala kemelekatan. Mari kita simak dialog sederhana namun dalam antara seorang brahmana dan seorang yang telah melampaui dunia.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam perjalanan antara Ukkaṭṭhā dan Setabyā, brahmana Doṇa melihat jejak kaki Buddha yang berciri roda seribu jari-jari. Ia mengikuti jejak itu dan menemukan Buddha sedang duduk di bawah pohon. Doṇa bertanya apakah Buddha adalah dewa, gandhabba, yakkha, atau manusia; Buddha menjawab bukan salah satunya, karena noda-noda batin yang menyebabkan kelahiran kembali dalam bentuk-bentuk itu telah dihancurkan. Ia menyatakan diri sebagai Buddha, bagaikan teratai yang tumbuh di air namun tidak dilekati air.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an4.36:4.1

“Yesaṁ kho ahaṁ, brāhmaṇa, āsavānaṁ appahīnattā devo bhaveyyaṁ, te me āsavā pahīnā ucchinnamūlā tālāvatthukatā anabhāvaṅkatā āyatiṁ anuppādadhammā.

“Brahmana, jika noda-noda batin yang karenanya aku bisa menjadi dewa belum dilepaskan, maka aku akan menjadi dewa. Tetapi noda-noda batin itu telah kulepaskan, dipotong hingga ke akarnya, dijadikan seperti tunggul pohon palem, dimusnahkan sehingga tidak akan muncul lagi di masa depan.

“Brahmin, if I had not given up defilements I might have become a god … a centaur … a spirit … or a human. But I have given up those defilements, cut them off at the root, made them like a palm stump, obliterated them so they are unable to arise in the future.

an4.36:4.2

Yesaṁ kho ahaṁ, brāhmaṇa, āsavānaṁ appahīnattā gandhabbo bhaveyyaṁ … yakkho bhaveyyaṁ … manusso bhaveyyaṁ, te me āsavā pahīnā ucchinnamūlā tālāvatthukatā anabhāvaṅkatā āyatiṁ anuppādadhammā.

Brahmana, jika noda-noda batin yang karenanya aku bisa menjadi gandhabba … menjadi yakkha … menjadi manusia belum dilepaskan, maka aku akan menjadi salah satu dari mereka. Tetapi noda-noda batin itu telah kulepaskan, dipotong hingga ke akarnya, dijadikan seperti tunggul pohon palem, dimusnahkan sehingga tidak akan muncul lagi di masa depan.

an4.36:4.3

Seyyathāpi, brāhmaṇa, uppalaṁ vā padumaṁ vā puṇḍarīkaṁ vā udake jātaṁ udake saṁvaḍḍhaṁ udakā accuggamma tiṭṭhati anupalittaṁ udakena;

Brahmana, bagaikan teratai biru, teratai merah, atau teratai putih yang tumbuh di air, berkembang di air, namun muncul mengatasi air dan berdiri tanpa dilekati oleh air;

Suppose there was a blue water lily, or a pink or white lotus. Though it sprouted and grew in the water, it would rise up above the water and stand with no water clinging to it.

an4.36:4.4

evamevaṁ kho ahaṁ, brāhmaṇa, loke jāto loke saṁvaḍḍho lokaṁ abhibhuyya viharāmi anupalitto lokena.

demikian pula, brahmana, walaupun aku lahir di dunia, tumbuh di dunia, aku hidup setelah mengatasi dunia, tanpa dilekati oleh dunia.

In the same way, though I was born and grew up in the world, I live having mastered the world, unsullied by the world.

an4.36:4.5

Buddhoti maṁ, brāhmaṇa, dhārehīti.

Ingatlah aku, brahmana, sebagai seorang Buddha.”

Remember me, brahmin, as a Buddha.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.