Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 4.36
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini mengajak kita merenungkan makna pencerahan: bukan sekadar status makhluk, melainkan kebebasan dari segala kemelekatan. Mari kita simak dialog sederhana namun dalam antara seorang brahmana dan seorang yang telah melampaui dunia.
Dalam perjalanan antara Ukkaṭṭhā dan Setabyā, brahmana Doṇa melihat jejak kaki Buddha yang berciri roda seribu jari-jari. Ia mengikuti jejak itu dan menemukan Buddha sedang duduk di bawah pohon. Doṇa bertanya apakah Buddha adalah dewa, gandhabba, yakkha, atau manusia; Buddha menjawab bukan salah satunya, karena noda-noda batin yang menyebabkan kelahiran kembali dalam bentuk-bentuk itu telah dihancurkan. Ia menyatakan diri sebagai Buddha, bagaikan teratai yang tumbuh di air namun tidak dilekati air.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
Kemudian brahmana Doṇa, mengikuti jejak kaki Sang Bhagavā, melihat Sang Bhagavā duduk di bawah pohon—menawan, menenteramkan, dengan indria yang tenang dan pikiran yang damai, telah mencapai ketenangan dan pengendalian diri yang tertinggi, jinak, terjaga, dengan indria terkendali, bagaikan seekor gajah.
Then Doṇa, following the Buddha’s footprints, saw him sitting at the tree root—impressive and inspiring, with peaceful faculties and heart, attained to the highest self-control and serenity, like an elephant with tamed, guarded, and controlled faculties.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.