Sakkāyañca nirodhañca,
Kepribadian dan lenyapnya,
substantial reality, its cessation,
Sīhasutta: Singa
Sutta ini menggunakan perumpamaan yang hidup untuk menggambarkan betapa mendalamnya pengaruh ajaran Buddha. Mari kita renungkan bagaimana auman singa mengguncang hutan, dan bagaimana ajaran tentang ketidakkekalan mengguncang keyakinan kita yang selama ini nyaman.
Sang Buddha mengumpamakan diri-Nya dengan singa, raja segala binatang, yang aumnya menakuti makhluk lain. Demikian pula, ketika Tathāgata muncul di dunia dan mengajarkan Dhamma tentang kepribadian (sakkāya), asal-mulanya, lenyapnya, dan jalan menuju lenyapnya, bahkan para dewa yang berumur panjang menjadi gentar karena menyadari ketidakkekalan mereka. Sutta ini menekankan kekuatan dan kewibawaan ajaran Buddha dalam mengguncang pandangan keliru tentang kekekalan.
Sakkāyañca nirodhañca,
Kepribadian dan lenyapnya,
substantial reality, its cessation,
sakkāyassa ca sambhavaṁ;
serta munculnya kepribadian;
the origin of substantial reality,
Ariyañcaṭṭhaṅgikaṁ maggaṁ,
Jalan mulia berunsur delapan,
and the noble eightfold path
dukkhūpasamagāminaṁ.
yang menuju pada redanya penderitaan.
that leads to the stilling of suffering.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.