‹
AN 4.30

Paribbājakasutta

Khotbah tentang Para Pengembara

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 4.30

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini menyajikan sebuah argumen yang kuat dan elegan tentang nilai-nilai universal dalam Dhamma. Perhatikan bagaimana Sang Buddha membingkai kualitas-kualitas ini bukan sebagai ajaran eksklusif, tetapi sebagai 'jejak' yang telah diakui sejak lama oleh para pencari kebenaran.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Sang Buddha mengunjungi sekelompok pengembara terkenal di tepi Sungai Serpentine dan menyampaikan empat 'jejak Dhamma' yang primordial dan tak terbantahkan: ketidakserakahan, niat baik, perhatian benar, dan konsentrasi benar. Beliau menantang siapa pun yang berani menyangkal keempat hal ini untuk menunjukkan seorang petapa atau brahmana sejati yang memiliki kualitas sebaliknya, seraya menegaskan bahwa hal itu mustahil. Sutta ditutup dengan syair yang merangkum kualitas seorang yang tekun.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

an4.30:2.1 "Para pengembara, ada empat jejak Dhamma ini yang primordial, telah lama ada, turun-temurun, dan tradisional. Keempatnya tidak ternoda, sebagaimana adanya sejak awal. Keempatnya tidak sedang dinodai sekarang maupun akan dinodai di masa depan. Para petapa dan brahmana yang bijaksana tidak merendahkannya.

an4.30:2.3 Ketidakserakahan, para pengembara, adalah jejak Dhamma yang primordial, telah lama ada, turun-temurun, dan tradisional, tidak ternoda, sebagaimana adanya sejak awal, tidak sedang dinodai sekarang maupun akan dinodai di masa depan, tidak direndahkan oleh para petapa dan brahmana yang bijaksana.

an4.30:2.4 Niat baik, para pengembara, adalah jejak Dhamma ... Perhatian benar, para pengembara, adalah jejak Dhamma ... Konsentrasi benar, para pengembara, adalah jejak Dhamma yang primordial, telah lama ada, turun-temurun, dan tradisional, tidak ternoda, sebagaimana adanya sejak awal, tidak sedang dinodai sekarang maupun akan dinodai di masa depan, tidak direndahkan oleh para petapa dan brahmana yang bijaksana.

an4.30:2.5 Keempat jejak Dhamma ini, para pengembara, adalah primordial, telah lama ada, turun-temurun, dan tradisional. Keempatnya tidak ternoda, sebagaimana adanya sejak awal. Keempatnya tidak sedang dinodai sekarang maupun akan dinodai di masa depan. Para petapa dan brahmana yang bijaksana tidak merendahkannya.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.