Cutā patanti patitā,
Mereka jatuh, runtuh dan terjatuh;
They fall, collapsed and fallen;
Khotbah tentang Jatuh
Sutta ini mengajak kita merenungkan ukuran kemajuan spiritual. Perhatikan bagaimana Sang Buddha menggunakan metafora 'jatuh' dan 'aman' untuk menggambarkan posisi seseorang dalam praktik Dhamma.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha menjelaskan kepada para bhikkhu tentang empat kualitas mulia yang menjadi penentu apakah seseorang dikatakan telah 'jatuh' atau 'aman' dalam Dhamma dan Vinaya. Keempat kualitas tersebut adalah moralitas mulia, konsentrasi mulia, kebijaksanaan mulia, dan kebebasan mulia. Sutta ini menegaskan bahwa tanpa keempat hal ini, seseorang dianggap telah jatuh, dan dengan memilikinya, seseorang dianggap aman.
Cutā patanti patitā,
Mereka jatuh, runtuh dan terjatuh;
They fall, collapsed and fallen;
giddhā ca punarāgatā;
serakah, mereka kembali lagi;
greedy, they return.
Kataṁ kiccaṁ rataṁ rammaṁ,
Pekerjaan selesai, kegembiraan dinikmati,
The work is done, the joyful is enjoyed,
sukhenānvāgataṁ sukhan”ti.
kebahagiaan ditemukan melalui kebahagiaan.”
happiness is found through happiness.”
Dutiyaṁ.
Kedua.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.