‹
AN 4.28

Ariyavaṁsasutta

Kebiasaan Mulia

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 4.28

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan standar kecukupan dan kepuasan dalam kehidupan praktis seorang bhikkhu. Perhatikan bagaimana penekanan diberikan bukan hanya pada sikap puas, tetapi juga pada kewaspadaan dan tidak membandingkan diri dengan orang lain.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Sutta ini membahas empat kebiasaan mulia (ariyavaṁsa) yang dianggap primordial dan tidak ternoda: merasa puas dengan jubah apa pun, makanan apa pun, tempat tinggal apa pun, serta bersenang dalam pengembangan batin dan pelepasan. Seorang bhikkhu yang memiliki empat kebiasaan ini tidak meninggikan diri atau merendahkan orang lain, dan mampu mengatasi ketidakpuasan di mana pun ia berdiam. Sutta ditutup dengan syair yang menegaskan keunggulan orang bijaksana yang telah melepaskan segala perbuatan.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

an4.28:1.1 “Mendicants, these four noble customs are primordial, long-standing, customary, and traditional. They are uncorrupted, as they have been since the beginning. They’re not being corrupted now, nor will they be. Sensible ascetics and brahmins don’t look down on them.

an4.28:1.3 Firstly, a mendicant is content with any kind of robe, and praises such contentment. They don’t employ improper solicitation for the sake of a robe. They don’t worry if they don’t get a robe. And if they do get a robe, they use it untied, uninfatuated, unattached, seeing the drawback, and understanding the escape.

an4.28:1.4 But they don’t glorify themselves or put others down on account of their contentment.

an4.28:1.5 A mendicant who is deft, tireless, aware, and mindful in this is said to stand in the ancient, primordial noble custom.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.