Kuhā thaddhā lapā siṅgī,
Mereka yang penipu, keras kepala, pembual, angkuh,
Those who are deceivers and flatterers, <j>pompous and fake,
Para Penipu
Renungkanlah bagaimana kualitas batin, bukan penampilan, menentukan kemajuan spiritual. Sutta ini mengajak kita untuk jujur pada diri sendiri dalam praktik.
Dalam khotbah singkat ini, Sang Buddha membedakan dua jenis bhikkhu: mereka yang penipu, keras kepala, pembual, angkuh, dan tidak tenang—yang bukan pengikut-Nya dan tidak akan tumbuh dalam Dhamma—serta mereka yang jujur, tidak membual, bijaksana, tidak keras kepala, dan tenang—yang merupakan pengikut sejati dan akan berkembang dalam ajaran. Syair penutup menegaskan kembali pesan ini.
Kuhā thaddhā lapā siṅgī,
Mereka yang penipu, keras kepala, pembual, angkuh,
Those who are deceivers and flatterers, <j>pompous and fake,
unnaḷā asamāhitā;
tidak tenang;
insolent and scattered:
Na te dhamme virūhanti,
Mereka tidak tumbuh dalam Dhamma
these don’t grow in the teaching
sammāsambuddhadesite.
yang diajarkan oleh Buddha yang sempurna.
that was taught by the perfected Buddha.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.