Kathañca, bhikkhave, bhikkhu ārohapariṇāhasampanno hoti?
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seorang bhikkhu sempurna dalam proporsi tubuh?
And how is a mendicant well proportioned?
Kuda Berdarah Murni (1)
Dalam sutta ini, Buddha menggunakan perumpamaan yang indah untuk menggambarkan kualitas-kualitas spiritual yang penting. Mari kita simak bagaimana analogi kuda kerajaan diterjemahkan ke dalam kehidupan seorang bhikkhu.
Buddha menggunakan perumpamaan kuda jantan berdarah murni milik raja yang memiliki empat faktor—keindahan, kekuatan, kecepatan, dan proporsi tubuh—untuk mengajarkan empat kualitas yang membuat seorang bhikkhu layak menerima persembahan dan menjadi ladang jasa yang tiada taranya. Kualitas-kualitas tersebut adalah moralitas, energi, pemahaman mendalam tentang Empat Kebenaran Mulia, dan kecukupan dalam kebutuhan hidup.
Kathañca, bhikkhave, bhikkhu ārohapariṇāhasampanno hoti?
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seorang bhikkhu sempurna dalam proporsi tubuh?
And how is a mendicant well proportioned?
Idha, bhikkhave, bhikkhu lābhī hoti cīvarapiṇḍapātasenāsanagilānapaccayabhesajjaparikkhārānaṁ.
Di sini, para bhikkhu, seorang bhikkhu memperoleh jubah, makanan, tempat tinggal, serta obat-obatan dan perlengkapan bagi yang sakit.
It’s when a mendicant receives robes, almsfood, lodgings, and medicines and supplies for the sick.
Evaṁ kho, bhikkhave, bhikkhu ārohapariṇāhasampanno hoti.
Demikianlah, para bhikkhu, seorang bhikkhu sempurna dalam hal postur dan bentuk tubuhnya.
That’s how a mendicant is well proportioned.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.