Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 4.257
Kenali dunia dalam sutta ini
Dalam sutta ini, kita akan menyaksikan interaksi antara seorang bhikkhu senior yang rendah hati dan Sang Buddha yang memberikan jawaban singkat namun mendalam. Perhatikan bagaimana ajaran yang tampak sederhana ini menjadi landasan bagi pencapaian spiritual yang luar biasa.
Yang Mulia Māluṅkyaputta, yang sudah tua, meminta Sang Buddha mengajarkan Dhamma secara singkat. Sang Buddha menyebutkan empat hal yang menjadi sumber munculnya ketagihan (taṇhā) pada seorang bhikkhu: jubah, makanan, tempat tinggal, dan keinginan untuk terlahir kembali. Beliau menjelaskan bahwa ketika ketagihan ini telah dipotong sampai ke akarnya, seseorang disebut telah memotong ketagihan, melepaskan belenggu, dan mengakhiri penderitaan. Setelah menerima nasihat ini, Māluṅkyaputta pergi dan dengan tekun berlatih hingga mencapai kebebasan sempurna (Arahant).
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
Ketika, Māluṅkyaputta, ketagihan seorang bhikkhu telah ditinggalkan, dipotong sampai ke akarnya, dijadikan seperti tunggul pohon palem, dimusnahkan, dan tidak akan muncul lagi di masa depan, maka ia disebut, Māluṅkyaputta, ‘seorang bhikkhu yang telah memotong ketagihan, melepaskan belenggu, dan dengan memahami keangkuhan dengan benar telah mengakhiri penderitaan.’”
That craving is given up by a mendicant, cut off at the root, made like a palm stump, obliterated, and unable to arise in the future. Then they’re called a mendicant who has cut off craving, cast off the fetters, and by rightly comprehending conceit has made an end of suffering.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
AN 4.257 · Khotbah dengan Māluṅkyaputta | Tiga Keranjang