“Cattārome, bhikkhave, anariyavohārā.
“Para bhikkhu, ada empat ucapan tidak mulia ini.
“Mendicants, there are these four ignoble expressions.
Ucapan (1)
Sutta ini mengajak kita merenungkan pentingnya kejujuran dalam ucapan sehari-hari. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha menguraikan empat bentuk ucapan tidak mulia yang sering kali tanpa sadar kita lakukan.
Dalam sutta ini, Sang Buddha mengajarkan kepada para bhikkhu tentang empat jenis ucapan tidak mulia (anariyavohārā), yaitu mengaku telah melihat, mendengar, merasakan, atau mengetahui sesuatu padahal sebenarnya tidak. Sutta ini menekankan pentingnya kejujuran dalam bertutur kata sebagai bagian dari praktik moral.
“Cattārome, bhikkhave, anariyavohārā.
“Para bhikkhu, ada empat ucapan tidak mulia ini.
“Mendicants, there are these four ignoble expressions.
Katame cattāro?
Apakah empat itu?
What four?
Adiṭṭhe diṭṭhavāditā, asute sutavāditā, amute mutavāditā, aviññāte viññātavāditā—
Mengatakan telah melihat yang tidak dilihat, mengatakan telah mendengar yang tidak didengar, mengatakan telah merasakan yang tidak dirasakan, mengatakan telah mengetahui yang tidak diketahui—
Saying you’ve seen, heard, thought, or known something, but you haven’t.
Ime kho, bhikkhave, cattāro anariyavohārā”ti.
Ini, para bhikkhu, adalah empat ucapan tidak mulia.”
These are the four ignoble expressions.”
Aṭṭhamaṁ.
Kedelapan.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.