an4.24:7.1 Demikianlah, para bhikkhu, seorang Tathāgata melihat apa yang patut dilihat, tetapi tidak menganggap apa yang terlihat, tidak menganggap apa yang tidak terlihat, tidak menganggap apa yang patut dilihat, dan tidak menganggap seorang penglihat;
an4.24:7.2 mendengar apa yang patut didengar, tetapi tidak menganggap apa yang terdengar, tidak menganggap apa yang tidak terdengar, tidak menganggap apa yang patut didengar, dan tidak menganggap seorang pendengar;
an4.24:7.3 merasakan apa yang patut dirasakan, tetapi tidak menganggap apa yang terasa, tidak menganggap apa yang tidak terasa, tidak menganggap apa yang patut dirasakan, dan tidak menganggap seorang perasa;
an4.24:7.4 menyadari apa yang patut disadari, tetapi tidak menganggap apa yang tersadari, tidak menganggap apa yang tidak tersadari, tidak menganggap apa yang patut disadari, dan tidak menganggap seorang penyadar.
an4.24:7.5 Demikianlah, para bhikkhu, seorang Tathāgata adalah seimbang di tengah-tengah hal-hal yang patut dilihat, didengar, dirasakan, dan disadari; sungguh, ia adalah yang seimbang.
an4.24:7.6 Dan Aku katakan: ‘Tidak ada keseimbangan yang lebih baik atau lebih luhur daripada keseimbangan ini.’”
