Katamā ca, bhikkhave, tathāgataseyyā?
Dan apakah, para bhikkhu, cara berbaring Tathāgata?
And how does a Realized One lie down?
Seyyāsutta — Cara Berbaring
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana kebiasaan sehari-hari, bahkan cara berbaring, dapat mencerminkan kondisi batin. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha mengklasifikasikan empat cara berbaring ini dan apa makna di baliknya.
Dalam sutta ini, Sang Buddha mengajarkan kepada para bhikkhu tentang empat cara berbaring: cara mayat, cara penikmat kesenangan, cara singa, dan cara Tathāgata. Cara berbaring Tathāgata digambarkan sebagai pencapaian tertinggi, yaitu berdiam dalam jhāna keempat, yang menunjukkan penguasaan batin yang sempurna.
Katamā ca, bhikkhave, tathāgataseyyā?
Dan apakah, para bhikkhu, cara berbaring Tathāgata?
And how does a Realized One lie down?
Idha, bhikkhave, tathāgato vivicceva kāmehi …pe… catutthaṁ jhānaṁ upasampajja viharati.
Di sini, para bhikkhu, seorang Tathāgata, dengan terasing dari kenikmatan indria … … masuk dan berdiam dalam jhāna keempat.
It’s when a Realized One, quite secluded from sensual pleasures, secluded from unskillful qualities, enters and remains in the first absorption … second absorption … third absorption … fourth absorption.
Ayaṁ vuccati, bhikkhave, tathāgataseyyā.
Ini disebut, para bhikkhu, cara berbaring seorang Tathāgata.
This is called the way a Realized One lies down.
Imā kho, bhikkhave, catasso seyyā”ti.
Ini, para bhikkhu, adalah empat cara berbaring."
These are the four ways of lying down.”
Catutthaṁ.
Keempat.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.