Katamā ca, bhikkhave, kāmabhogiseyyā?
Dan apakah, para bhikkhu, cara berbaring penikmat kesenangan?
And how does a pleasure seeker lie down?
Seyyāsutta — Cara Berbaring
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana kebiasaan sehari-hari, bahkan cara berbaring, dapat mencerminkan kondisi batin. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha mengklasifikasikan empat cara berbaring ini dan apa makna di baliknya.
Dalam sutta ini, Sang Buddha mengajarkan kepada para bhikkhu tentang empat cara berbaring: cara mayat, cara penikmat kesenangan, cara singa, dan cara Tathāgata. Cara berbaring Tathāgata digambarkan sebagai pencapaian tertinggi, yaitu berdiam dalam jhāna keempat, yang menunjukkan penguasaan batin yang sempurna.
Katamā ca, bhikkhave, kāmabhogiseyyā?
Dan apakah, para bhikkhu, cara berbaring penikmat kesenangan?
And how does a pleasure seeker lie down?
Yebhuyyena, bhikkhave, kāmabhogī vāmena passena senti;
Para bhikkhu, para penikmat kesenangan biasanya berbaring pada sisi kiri;
Pleasure seekers usually lie down on their left side.
ayaṁ vuccati, bhikkhave, kāmabhogiseyyā.
ini, para bhikkhu, disebut cara berbaring penikmat kesenangan.
This is called the way a pleasure seeker lies down.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.