an4.245:5.1 Dan bagaimanakah, para bhikkhu, perhatian menjadi penguasanya?
an4.245:5.2 ‘Dengan cara ini aku akan memenuhi latihan mengenai tata tertib tambahan yang belum terpenuhi, atau aku akan menopang dengan kebijaksanaan dalam setiap situasi latihan mengenai tata tertib tambahan yang telah terpenuhi’—demikianlah perhatian tertanam baik di dalam dirinya.
an4.245:5.3 ‘Dengan cara ini aku akan memenuhi latihan yang berkaitan dengan dasar-dasar kehidupan spiritual yang belum terpenuhi, atau dengan kebijaksanaan aku akan menopang dalam setiap situasi latihan yang berkaitan dengan dasar-dasar kehidupan spiritual yang telah terpenuhi’—dengan demikian perhatian tegak dengan baik di dalam diri.
an4.245:5.4 ‘Dengan cara ini aku akan memeriksa dengan kebijaksanaan ajaran yang belum kuperiksa, atau dengan kebijaksanaan aku akan menopang dalam setiap situasi ajaran yang telah kuperiksa’—dengan demikian perhatian tegak dengan baik di dalam diri.
an4.245:5.5 ‘Dengan cara ini aku akan mengalami melalui kebebasan ajaran yang belum kualami, atau dengan kebijaksanaan aku akan menopang dalam setiap situasi ajaran yang telah kualami’—dengan demikian perhatian tegak dengan baik di dalam diri.
an4.245:5.6 Demikianlah, para bhikkhu, perhatian menjadi penguasanya.
an4.245:5.7 ‘Kehidupan spiritual ini dijalani dengan latihan sebagai manfaatnya, dengan kebijaksanaan sebagai pengawasnya, dengan kebebasan sebagai intinya, dan dengan perhatian sebagai penguasanya’—
an4.245:5.8 demikianlah apa yang telah dikatakan, dan karena itulah hal itu dikatakan.”
an4.245:5.9 Ketiga.
