‹
AN 4.244

Āpattibhayasutta

Sutta tentang Bahaya Pelanggaran

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 4.244

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini menggunakan perumpamaan yang hidup untuk menggambarkan betapa seriusnya memandang pelanggaran. Mari kita renungkan bagaimana rasa takut yang sehat terhadap akibat buruk dapat melindungi kita dari perbuatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan empat bahaya pelanggaran (āpattibhaya) yang harus disadari oleh para bhikkhu dan bhikkhuni. Melalui empat perumpamaan—seorang pencuri yang dihukum raja, serta tiga orang yang dengan sukarela mengakui kesalahannya di hadapan orang banyak—Sang Buddha menunjukkan bagaimana persepsi bahaya yang mendalam terhadap pelanggaran dapat mencegah seseorang melanggar aturan, atau mendorongnya untuk memperbaiki diri sesuai Dhamma jika sudah terlanjur melanggar.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

an4.244:2.1 Suppose a man was to put on a black cloth, mess up his hair, and put a club on his shoulder. Then he approaches a large crowd and says:

an4.244:2.2 ‘Sirs, I’ve done a bad and reprehensible deed, deserving of clubbing. I submit to your pleasure.’

an4.244:2.4 ‘This man must have done a truly bad and reprehensible deed, deserving of clubbing. …

an4.244:2.7 There’s no way I’d ever do such a bad and reprehensible deed, deserving of clubbing.’

an4.244:2.8 In the same way, take any monk or nun who has set up such an acute perception of peril regarding suspension offenses. It can be expected that if they haven’t committed a suspension offense they won’t, and if they committed one they will deal with it properly.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.