“Sappurisaṁ, bhikkhave, nissāya cattāro ānisaṁsā pāṭikaṅkhā.
“Para bhikkhu, dengan bergantung pada orang baik, empat manfaat dapat diharapkan.
“Mendicants, you can expect four benefits from relying on a true person.
Sappurisānisaṁsasutta — Manfaat Bergantung pada Orang Baik
Sutta ini sangat singkat namun padat. Bacalah dengan merenungkan bagaimana kehadiran orang baik di sekitar kita dapat memengaruhi pertumbuhan batin kita, dan bagaimana keempat kualitas ini saling berhubungan dalam perjalanan spiritual.
Dalam khotbah singkat ini, Sang Buddha menjelaskan empat manfaat yang dapat diharapkan ketika seseorang bergantung pada orang baik (sappurisa): bertumbuh dalam moralitas mulia, konsentrasi mulia, kebijaksanaan mulia, dan kebebasan mulia. Ajaran ini menekankan pentingnya memilih teman atau guru yang baik sebagai landasan kemajuan spiritual.
“Sappurisaṁ, bhikkhave, nissāya cattāro ānisaṁsā pāṭikaṅkhā.
“Para bhikkhu, dengan bergantung pada orang baik, empat manfaat dapat diharapkan.
“Mendicants, you can expect four benefits from relying on a true person.
Katame cattāro?
Apakah empat itu?
What four?
Ariyena sīlena vaḍḍhati, ariyena samādhinā vaḍḍhati, ariyāya paññāya vaḍḍhati, ariyāya vimuttiyā vaḍḍhati—
Bertumbuh dalam moralitas mulia, bertumbuh dalam konsentrasi mulia, bertumbuh dalam kebijaksanaan mulia, bertumbuh dalam kebebasan mulia—
Growth in noble ethics, immersion, wisdom, and freedom.
sappurisaṁ, bhikkhave, nissāya ime cattāro ānisaṁsā pāṭikaṅkhā”ti.
para bhikkhu, dengan bergantung pada orang baik, empat manfaat ini dapat diharapkan.”
You can expect these four benefits from relying on a true person.”
Ekādasamaṁ.
Yang kesebelas.
Kammavaggo catuttho.
Bab Kamma, yang keempat.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.