Katamo ca, bhikkhave, catuttho samaṇo?
Dan siapakah, para bhikkhu, petapa keempat?
And who is the fourth ascetic?
Khotbah tentang Para Petapa
Dalam sutta ini, Sang Buddha memberikan kerangka yang jelas tentang pencapaian spiritual tertinggi dalam ajaranNya. Mari kita simak bagaimana Beliau menguraikan empat tingkatan petapa sejati dan makna di balik pernyataan tegas tentang keunikan ajaran ini.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha mengajarkan kepada para bhikkhu tentang empat tingkatan petapa sejati dalam ajaran ini. Keempat tingkatan tersebut adalah pemasuk-arus, yang-kembali-sekali, yang-tidak-kembali, dan seorang Arahant yang telah mencapai kebebasan penuh. Ajaran ini menegaskan bahwa hanya dalam ajaran ini terdapat para petapa sejati, sementara aliran-aliran lain kosong darinya, dan para bhikkhu dianjurkan untuk mengaumkan raungan singa dengan benar berdasarkan keyakinan ini.
Katamo ca, bhikkhave, catuttho samaṇo?
Dan siapakah, para bhikkhu, petapa keempat?
And who is the fourth ascetic?
Idha, bhikkhave, bhikkhu āsavānaṁ khayā anāsavaṁ cetovimuttiṁ paññāvimuttiṁ diṭṭheva dhamme sayaṁ abhiññā sacchikatvā upasampajja viharati.
Di sini, para bhikkhu, seorang bhikkhu, dengan hancurnya kekotoran batin, merealisasikan kebebasan pikiran yang tanpa kekotoran dan kebebasan melalui kebijaksanaan, dan setelah mengetahuinya sendiri dengan pengetahuan langsung, ia berdiam di dalamnya dalam kehidupan ini juga.
It’s a mendicant who realizes the undefiled freedom of heart and freedom by wisdom. And they live having realized it with their own insight in this very life due to the ending of defilements.
Ayaṁ, bhikkhave, catuttho samaṇo.
Ini, para bhikkhu, adalah petapa keempat.
This is the fourth ascetic.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.