Catūhi, bhikkhave, dhammehi samannāgato yathābhataṁ nikkhitto evaṁ sagge.
Para bhikkhu, seseorang yang memiliki empat kualitas, bagaikan dibawa dan ditempatkan di surga.
Someone with four qualities is placed in heaven as if delivered there.
Sutta tentang Orang yang Tidak Bermoral
Sutta ini adalah salah satu khotbah pendek Sang Buddha yang mengajarkan hukum sebab-akibat. Mari kita renungkan bagaimana kualitas-kualitas ini tercermin dalam kehidupan kita sehari-hari.
Dalam sutta ini, Sang Buddha mengajarkan kepada para bhikkhu tentang empat kualitas yang membawa seseorang menuju neraka, yaitu tidak memiliki keyakinan, tidak bermoral, malas, dan tidak bijaksana. Sebaliknya, empat kualitas yang membawa seseorang menuju surga adalah memiliki keyakinan, bermoral, bersemangat, dan bijaksana. Sutta ini menegaskan hukum karma dan pentingnya pengembangan kualitas batin yang baik.
Catūhi, bhikkhave, dhammehi samannāgato yathābhataṁ nikkhitto evaṁ sagge.
Para bhikkhu, seseorang yang memiliki empat kualitas, bagaikan dibawa dan ditempatkan di surga.
Someone with four qualities is placed in heaven as if delivered there.
Katamehi catūhi?
Apakah empat itu?
What four?
Saddho hoti, sīlavā hoti, āraddhavīriyo hoti, paññavā hoti—
Ia memiliki keyakinan, bermoral, bersemangat, dan bijaksana—
They’re faithful, ethical, energetic, and wise.
imehi kho, bhikkhave, catūhi dhammehi samannāgato yathābhataṁ nikkhitto evaṁ sagge”ti.
Para bhikkhu, seseorang yang memiliki empat kualitas ini, bagaikan dibawa dan ditempatkan di surga.”
Someone with these four qualities is placed in heaven as if delivered there.”
Dasamaṁ.
Ini adalah yang kesepuluh.
Parisasobhaṇavaggo dutiyo.
Ini adalah vagga kedua tentang keindahan kumpulan.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.