Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 4.21
Kenali dunia dalam sutta ini
Khotbah ini mengajak kita merenungkan tentang sikap hormat dalam praktik spiritual. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha sendiri, sebagai sosok yang telah mencapai kesempurnaan, mencari dan menemukan objek penghormatan yang tepat.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha menceritakan kembali pengalaman-Nya sesaat setelah mencapai pencerahan sempurna di Uruvelā. Ia merenungkan bahwa hidup tanpa rasa hormat adalah penderitaan, tetapi setelah mencari ke seluruh alam, Ia tidak menemukan siapa pun yang lebih sempurna dari diri-Nya sendiri dalam hal moralitas, konsentrasi, kebijaksanaan, dan kebebasan. Akhirnya, atas dorongan Brahmā Sahampati, Sang Buddha memutuskan untuk menghormati, menghargai, dan bersandar pada Dhamma yang telah Ia sempurnakan, dan juga memberikan penghormatan kepada Saṅgha yang telah mencapai keagungan.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an4.21:2.1 “Mendicants, this one time, when I was first awakened, I was staying in Uruvelā at the goatherd’s banyan tree on the bank of the Nerañjarā River.
an4.21:2.2 As I was in private retreat this thought came to mind:
an4.21:2.3 ‘One without respect and reverence lives in suffering.
an4.21:2.4 What ascetic or brahmin should I honor and respect and rely on?’
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
AN 4.21 · Khotbah Pertama di Uruvelā | Tiga Keranjang