“Katamo ca, bhikkhave, pāpadhammo?
“Dan apakah, para bhikkhu, karakter buruk itu?
And who has bad character?
Sutta Karakter Buruk (Keempat)
Sutta ini adalah salah satu dari serangkaian sutta pendek yang mengajarkan tentang karakter baik dan buruk. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha membedakan antara sekadar memiliki kualitas buruk atau baik dengan juga memengaruhi orang lain ke arah yang sama.
Dalam sutta ini, Sang Buddha membahas empat kategori karakter: buruk, lebih buruk dari buruk, baik, dan lebih baik dari baik. Seseorang dengan karakter buruk memiliki sepuluh kualitas salah, sementara yang lebih buruk lagi tidak hanya memilikinya tetapi juga mendorong orang lain untuk melakukan hal yang sama. Sebaliknya, karakter baik memiliki sepuluh kualitas benar, dan yang lebih baik lagi juga mendorong orang lain untuk mengembangkan kualitas-kualitas tersebut.
“Katamo ca, bhikkhave, pāpadhammo?
“Dan apakah, para bhikkhu, karakter buruk itu?
And who has bad character?
Idha, bhikkhave, ekacco micchādiṭṭhiko hoti …pe… micchāñāṇī hoti, micchāvimutti hoti.
Di sini, para bhikkhu, seseorang berpandangan salah, bertujuan salah, bertutur kata salah, berperilaku salah, bermata pencaharian salah, berusaha salah, berkesadaran salah, berkonsentrasi salah, berpengetahuan salah, dan berkebebasan salah.
It’s someone who has wrong view, wrong purpose, wrong speech, wrong action, wrong livelihood, wrong effort, wrong mindfulness, wrong immersion, wrong knowledge, and wrong freedom.
Ayaṁ vuccati, bhikkhave, pāpadhammo.
Ini, para bhikkhu, disebut karakter buruk.
This is called bad character.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.