“Katamo ca, bhikkhave, pāpadhammo?
“Dan apakah, para bhikkhu, karakter buruk itu?
And who has bad character?
Sutta Karakter Buruk (Ke-3)
Sutta ini menyajikan perbandingan yang sederhana namun mendalam tentang kualitas karakter seseorang. Perhatikan bagaimana dimensi pribadi dan sosial dari tindakan menjadi kunci pembeda dalam ajaran ini.
Dalam sutta ini, Sang Buddha mengajarkan kepada para bhikkhu tentang empat jenis karakter: karakter buruk, karakter yang lebih buruk, karakter baik, dan karakter yang lebih baik. Pembedaannya terletak pada tindakan pribadi dan pengaruh terhadap orang lain, baik dalam hal perilaku tidak baik maupun perilaku baik.
“Katamo ca, bhikkhave, pāpadhammo?
“Dan apakah, para bhikkhu, karakter buruk itu?
And who has bad character?
Idha, bhikkhave, ekacco pāṇātipātī hoti …pe… micchādiṭṭhiko hoti.
Di sini, para bhikkhu, seseorang membunuh makhluk hidup, mengambil yang tidak diberikan, dan melakukan perbuatan seksual yang salah. Ia berbicara tidak benar, memecah belah, kasar, atau omong kosong. Dan ia serakah, berniat jahat, dan berpandangan salah.
It’s someone who kills living creatures, steals, and commits sexual misconduct. They use speech that’s false, backbiting, harsh, or nonsensical. And they’re covetous, malicious, with wrong view.
Ayaṁ vuccati, bhikkhave, pāpadhammo.
Ini disebut, para bhikkhu, karakter buruk.
This is called bad character.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.