Katamo ca, bhikkhave, sappuriso?
Dan apakah, para bhikkhu, orang yang baik?
And what is a true person?
Sutta tentang Orang yang Tidak Berkeyakinan
Sutta ini mengajak kita merenungkan kualitas diri dan pengaruh kita terhadap sesama. Perhatikan baik-baik daftar kualitas yang disebutkan, karena menjadi kerangka untuk memahami ajaran-ajaran berikutnya dalam kelompok ini.
Dalam sutta ini, Sang Buddha membedakan empat jenis manusia berdasarkan kualitas batin dan pengaruhnya terhadap orang lain: orang yang tidak baik, orang yang lebih tidak baik, orang baik, dan orang yang lebih baik. Pembeda utamanya adalah apakah seseorang hanya memiliki kualitas buruk atau baik, atau juga mendorong orang lain untuk memiliki kualitas yang sama.
Katamo ca, bhikkhave, sappuriso?
Dan apakah, para bhikkhu, orang yang baik?
And what is a true person?
Idha, bhikkhave, ekacco saddho hoti, hirimā hoti, ottappī hoti, bahussuto hoti, āraddhavīriyo hoti, satimā hoti, paññavā hoti.
Di sini, para bhikkhu, seseorang memiliki keyakinan, memiliki rasa malu, memiliki rasa takut terhadap akibat perbuatan salah, banyak belajar, bersemangat, memiliki perhatian, dan bijaksana.
It’s someone who is faithful, conscientious, prudent, learned, energetic, mindful, and wise.
Ayaṁ vuccati, bhikkhave, sappuriso.
Ini, para bhikkhu, disebut orang yang baik.
This is called a true person.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.