an4.200:11.1 Kathañca, bhikkhave, bhikkhu paṭiseneti?
an4.200:11.2 Idha, bhikkhave, bhikkhu akkosantaṁ paccakkosati, rosantaṁ paṭirosati, bhaṇḍantaṁ paṭibhaṇḍati.
an4.200:11.3 Evaṁ kho, bhikkhave, bhikkhu paṭiseneti.
Kesayangan
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana perasaan suka dan tidak suka sering kali muncul hanya karena orang lain memperlakukan seseorang dengan cara tertentu. Mari kita telusuri bagaimana Sang Buddha menguraikan pola-pola ini dan apa artinya bagi praktik kita.
Dalam sutta ini, Sang Buddha mengajarkan kepada para bhikkhu tentang empat cara munculnya rasa sayang dan kebencian: dari rasa sayang bisa lahir rasa sayang atau kebencian, dan dari kebencian pun bisa lahir rasa sayang atau kebencian. Beliau kemudian menjelaskan bagaimana seorang bhikkhu yang berlatih jhāna hingga mencapai kebebasan sejati dapat melampaui semua pola ini, sehingga disebut sebagai bhikkhu yang tidak mendekat, tidak menjauh, tidak mengepul, tidak menyala, dan tidak membara.
an4.200:11.1 Kathañca, bhikkhave, bhikkhu paṭiseneti?
an4.200:11.2 Idha, bhikkhave, bhikkhu akkosantaṁ paccakkosati, rosantaṁ paṭirosati, bhaṇḍantaṁ paṭibhaṇḍati.
an4.200:11.3 Evaṁ kho, bhikkhave, bhikkhu paṭiseneti.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.