‹
AN 4.200

Pemasutta

Kesayangan

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 4.200

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana perasaan suka dan tidak suka sering kali muncul hanya karena orang lain memperlakukan seseorang dengan cara tertentu. Mari kita telusuri bagaimana Sang Buddha menguraikan pola-pola ini dan apa artinya bagi praktik kita.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam sutta ini, Sang Buddha mengajarkan kepada para bhikkhu tentang empat cara munculnya rasa sayang dan kebencian: dari rasa sayang bisa lahir rasa sayang atau kebencian, dan dari kebencian pun bisa lahir rasa sayang atau kebencian. Beliau kemudian menjelaskan bagaimana seorang bhikkhu yang berlatih jhāna hingga mencapai kebebasan sejati dapat melampaui semua pola ini, sehingga disebut sebagai bhikkhu yang tidak mendekat, tidak menjauh, tidak mengepul, tidak menyala, dan tidak membara.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an4.200:14.1

Kathañca, bhikkhave, bhikkhu na dhūpāyati?

Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seorang bhikkhu tidak mengepul?

And how does a mendicant not fume?

an4.200:14.2

Asmīti, bhikkhave, asati itthasmīti na hoti, evaṁsmīti na hoti, aññathāsmīti na hoti, asasmīti na hoti, satasmīti na hoti, santi na hoti, itthaṁ santi na hoti, evaṁ santi na hoti, aññathā santi na hoti, apihaṁ santi na hoti, apihaṁ itthaṁ santi na hoti, apihaṁ evaṁ santi na hoti, apihaṁ aññathā santi na hoti, bhavissanti na hoti, itthaṁ bhavissanti na hoti, evaṁ bhavissanti na hoti, aññathā bhavissanti na hoti.

Ketika tidak ada ‘aku’, para bhikkhu, maka tidak ada ‘aku begini’, tidak ada ‘aku demikian’, tidak ada ‘aku sebaliknya’; tidak ada ‘aku lenyap’, tidak ada ‘aku kekal’; tidak ada ‘milikku’, tidak ada ‘begini milikku’, tidak ada ‘demikian milikku’, tidak ada ‘sebaliknya milikku’; tidak ada ‘juga milikku’, tidak ada ‘begini juga milikku’, tidak ada ‘demikian juga milikku’, tidak ada ‘sebaliknya juga milikku’; tidak ada ‘aku akan ada’, tidak ada ‘aku akan begini’, tidak ada ‘aku akan demikian’, tidak ada ‘aku akan sebaliknya’.

When there is no concept ‘I am’, there are no concepts ‘I am such’, ‘I am thus’, ‘I am otherwise’; ‘I am fleeting’, ‘I am lasting’; ‘mine’, ‘such is mine’, ‘thus is mine’, ‘otherwise is mine’; ‘also mine’, ‘such is also mine’, ‘thus is also mine’, ‘otherwise is also mine’; ‘I will be’, ‘I will be such’, ‘I will be thus’, ‘I will be otherwise’.

an4.200:14.3

Evaṁ kho, bhikkhave, bhikkhu na dhūpāyati.

Demikianlah, para bhikkhu, seorang bhikkhu tidak mengepul.

That’s how a mendicant doesn’t fume.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.