‹
AN 4.1

Anubuddhasutta

Sutta tentang Pemahaman

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 4.1

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta pembuka Aṅguttara Nikāya ini menawarkan refleksi mendalam tentang akar penderitaan dan jalan menuju kebebasan. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha merangkum inti ajaran dalam empat hal yang sederhana namun mendalam.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Sang Buddha menyampaikan kepada para bhikkhu di Desa Bhaṇḍa bahwa karena tidak memahami dan tidak menembus empat hal—moralitas mulia, konsentrasi mulia, kebijaksanaan mulia, dan kebebasan mulia—maka Ia dan mereka semua telah mengembara dalam saṁsāra yang sangat panjang. Kini, setelah keempat hal itu dipahami dan ditembus, ketagihan terhadap kelahiran kembali telah diputus dan tidak ada lagi kelahiran di masa depan.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an4.1:1.1

Evaṁ me sutaṁ—

Demikianlah yang kudengar:

So I have heard.

an4.1:1.2

ekaṁ samayaṁ bhagavā vajjīsu viharati bhaṇḍagāme.

Pada suatu ketika Sang Bhagavā sedang menetap di negeri Vajji, di Desa Bhaṇḍa.

At one time the Buddha was staying in the land of the Vajjis at Wares Village.

an4.1:1.3

Tatra kho bhagavā bhikkhū āmantesi:

Di sana Sang Bhagavā berkata kepada para bhikkhu:

There the Buddha addressed the mendicants,

an4.1:1.4

“bhikkhavo”ti.

"Para bhikkhu!"

“Mendicants!”

an4.1:1.5

“Bhadante”ti te bhikkhū bhagavato paccassosuṁ.

"Yang Mulia," jawab para bhikkhu itu.

“Venerable sir,” they replied.

an4.1:1.6

Bhagavā etadavoca:

Sang Bhagavā berkata sebagai berikut:

The Buddha said this:

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.