Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 4.198
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini mengajak kita merenungkan berbagai bentuk praktik spiritual dan cara hidup yang ada di dunia, serta menawarkan perspektif tentang jalan yang benar-benar menuju kebebasan.
Buddha membabarkan empat jenis orang di dunia berdasarkan sikap mereka terhadap penyiksaan diri dan orang lain: yang menyiksa diri sendiri, yang menyiksa orang lain, yang menyiksa keduanya, dan yang tidak menyiksa siapa pun. Sutta ini menguraikan secara rinci praktik penyiksaan diri para petapa, kekejaman para penjagal, serta ritual pengorbanan raja dan brahmana, kemudian membandingkannya dengan jalan mulia yang diajarkan oleh Tathāgata yang berujung pada kebebasan total.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
So iminā ca ariyena sīlakkhandhena samannāgato, imāya ca ariyāya santuṭṭhiyā samannāgato, iminā ca ariyena indriyasaṁvarena samannāgato, iminā ca ariyena satisampajaññena samannāgato
Dengan memiliki kelompok moralitas mulia ini, kepuasan (santuṭṭhi) yang mulia ini, pengendalian indria yang mulia ini, dan perhatian serta kesadaran penuh (satisampajañña) yang mulia ini,
When they have this spectrum of noble ethics, this noble contentment, this noble sense restraint, and this noble mindfulness and situational awareness,
ia mendatangi tempat tinggal yang terpencil—hutan, kaki pohon, gunung, jurang, gua gunung, tanah pemakaman, hutan belantara, ruang terbuka, tumpukan jerami.
they frequent a secluded lodging—a wilderness, the root of a tree, a hill, a ravine, a mountain cave, a charnel ground, a forest, the open air, a heap of straw.
Dengan meninggalkan kebencian dan permusuhan (byāpādapadosa), ia berdiam dengan pikiran yang tidak membenci, penuh belas kasih terhadap semua makhluk hidup, membersihkan pikiran dari kebencian dan permusuhan.
Giving up ill will and malevolence, they meditate with a mind rid of ill will, full of sympathy for all living beings, cleansing the mind of ill will.
Thinamiddhaṁ pahāya vigatathinamiddho viharati ālokasaññī sato sampajāno, thinamiddhā cittaṁ parisodheti.
Dengan meninggalkan kemalasan dan kantuk (thinamiddha), ia berdiam dengan pikiran yang bebas dari kemalasan dan kantuk, memiliki persepsi terang, penuh perhatian dan kesadaran penuh, membersihkan pikiran dari kemalasan dan kantuk.
Giving up dullness and drowsiness, they meditate with a mind rid of dullness and drowsiness, perceiving light, mindful and aware, cleansing the mind of dullness and drowsiness.
Dengan meninggalkan kegelisahan dan penyesalan (uddhaccakukkucca), ia berdiam tanpa kegelisahan, dengan pikiran yang tenang secara internal, membersihkan pikiran dari kegelisahan dan penyesalan.
Giving up restlessness and remorse, they meditate without restlessness, their mind settled internally, cleansing the mind of restlessness and remorse.
Dengan meninggalkan keragu-raguan (vicikicchā), ia berdiam telah melampaui keragu-raguan, tidak bimbang mengenai kualitas-kualitas yang terampil, membersihkan pikiran dari keragu-raguan.
Giving up doubt, they meditate having gone beyond doubt, not undecided about skillful qualities, cleansing the mind of doubt.
dengan terasing dari kenikmatan indria … ia masuk dan berdiam dalam jhāna keempat.
Then, quite secluded from sensual pleasures, secluded from unskillful qualities, they enter and remain in the first absorption … second absorption … third absorption … fourth absorption.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.