‹
AN 4.198

Attantapasutta

Sutta Penyiksaan Diri

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 4.198

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan berbagai bentuk praktik spiritual dan cara hidup yang ada di dunia, serta menawarkan perspektif tentang jalan yang benar-benar menuju kebebasan.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Buddha membabarkan empat jenis orang di dunia berdasarkan sikap mereka terhadap penyiksaan diri dan orang lain: yang menyiksa diri sendiri, yang menyiksa orang lain, yang menyiksa keduanya, dan yang tidak menyiksa siapa pun. Sutta ini menguraikan secara rinci praktik penyiksaan diri para petapa, kekejaman para penjagal, serta ritual pengorbanan raja dan brahmana, kemudian membandingkannya dengan jalan mulia yang diajarkan oleh Tathāgata yang berujung pada kebebasan total.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an4.198:1.1

“Cattārome, bhikkhave, puggalā santo saṁvijjamānā lokasmiṁ.

“Para bhikkhu, ada empat jenis orang ini yang terdapat di dunia.

“Mendicants, these four individuals are found in the world.

an4.198:1.2

Katame cattāro?

Apakah empat itu?

What four?

an4.198:1.3

Idha, bhikkhave, ekacco puggalo attantapo hoti attaparitāpanānuyogamanuyutto.

Di sini, para bhikkhu, seseorang menyiksa dirinya sendiri, tekun dalam praktik penyiksaan diri.

One individual mortifies themselves, pursuing the practice of mortifying themselves.

an4.198:1.4

Idha pana, bhikkhave, ekacco puggalo parantapo hoti paraparitāpanānuyogamanuyutto.

Di sini, para bhikkhu, seseorang menyiksa orang lain, tekun dalam praktik penyiksaan orang lain.

One individual mortifies others, pursuing the practice of mortifying others.

an4.198:1.5

Idha pana, bhikkhave, ekacco puggalo attantapo ca hoti attaparitāpanānuyogamanuyutto, parantapo ca paraparitāpanānuyogamanuyutto.

Di sini, para bhikkhu, seseorang menyiksa dirinya sendiri dan orang lain, tekun dalam praktik penyiksaan diri dan penyiksaan orang lain.

One individual mortifies themselves and others, pursuing the practice of mortifying themselves and others.

an4.198:1.6

Idha pana, bhikkhave, ekacco puggalo nevattantapo hoti nāttaparitāpanānuyogamanuyutto na parantapo na paraparitāpanānuyogamanuyutto.

Di sini, para bhikkhu, seseorang tidak menyiksa dirinya sendiri maupun orang lain, tidak tekun dalam praktik penyiksaan diri maupun penyiksaan orang lain.

One individual neither mortifies themselves nor others, pursuing the practice of not mortifying themselves or others.

an4.198:1.7

So neva attantapo na parantapo diṭṭheva dhamme nicchāto nibbuto sītībhūto sukhappaṭisaṁvedī brahmabhūtena attanā viharati.

Ia, yang tidak menyiksa diri sendiri maupun orang lain, dalam kehidupan ini juga terbebas dari keinginan, padam, sejuk, merasakan kebahagiaan, berdiam dengan diri yang telah menjadi luhur.

They live without wishes in this very life, quenched, cooled, experiencing bliss, with self become divine.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.