an4.198:8.1 Setelah meninggalkan keduniawian, mereka menjalani latihan dan cara hidup para bhikkhu. Mereka meninggalkan pembunuhan makhluk hidup, berhenti dari membunuh, meletakkan tongkat dan pedang. Mereka bersusah hati dan berbelas kasih, hidup dengan penuh simpati terhadap semua makhluk hidup.
an4.198:8.2 Mereka meninggalkan pengambilan yang tidak diberikan, berhenti dari mengambil yang tidak diberikan. Mereka hanya menerima yang diberikan, dan mengharapkan hanya yang diberikan. Mereka hidup bersih dengan tidak mencuri.
an4.198:8.3 Mereka meninggalkan ketidak-sucian. Mereka hidup suci, menjauhkan diri, berhenti dari perbuatan asusila, yaitu hubungan seksual.
an4.198:8.4 Mereka meninggalkan ucapan bohong, berhenti dari berbohong. Mereka berkata benar, berpegang pada kebenaran, jujur dan dapat diandalkan, tidak menipu dunia dengan kata-kata mereka.
an4.198:8.5 Mereka meninggalkan ucapan memecah belah, berhenti dari ucapan memecah belah. Mereka tidak menceritakan di satu tempat apa yang mereka dengar di tempat lain untuk memecah belah orang-orang. Sebaliknya, mereka mendamaikan yang terpecah dan mendukung yang bersatu, bergembira dalam kerukunan, mencintai kerukunan, bersukacita dalam kerukunan, dan mengucapkan kata-kata yang memajukan kerukunan.
an4.198:8.6 Mereka meninggalkan ucapan kasar, berhenti dari ucapan kasar. Mereka berbicara dengan cara yang lembut, menyenangkan di telinga, menawan, menyentuh hati, sopan, disukai, dan menyenangkan bagi banyak orang.
an4.198:8.7 Mereka meninggalkan pembicaraan yang sia-sia, berhenti dari pembicaraan yang sia-sia. Kata-kata mereka tepat waktu, benar, dan bermakna, sesuai dengan ajaran dan latihan. Mereka mengucapkan hal-hal pada waktu yang tepat yang berharga, masuk akal, ringkas, dan bermanfaat.
