an4.198:6.1 Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seseorang menyiksa dirinya sendiri dan orang lain, menekuni praktik penyiksaan diri dan penyiksaan orang lain?
an4.198:6.2 Di sini, para bhikkhu, seseorang adalah raja yang dimahkotai dari kasta khattiya, atau brahmana yang kaya raya.
an4.198:6.3 Ia membangun sebuah balai pertemuan baru di sebelah timur kota. Setelah mencukur rambut dan janggutnya, mengenakan kulit kijang yang kasar, mengolesi tubuhnya dengan minyak samin dan minyak, sambil menggaruk punggungnya dengan tanduk rusa, ia memasuki balai pertemuan itu bersama permaisuri utamanya dan brahmana pendeta kerajaan.
an4.198:6.4 Di sana, ia berbaring di atas tanah gundul yang ditaburi rumput hijau.
an4.198:6.5 Dari satu puting sapi yang anaknya sewarna, raja meminum susunya; dari puting kedua, permaisuri meminum susunya; dari puting ketiga, brahmana pendeta kerajaan meminum susunya; susu dari puting keempat dipersembahkan ke api suci; dan anak sapi itu meminum sisanya.
an4.198:6.6 Ia berkata:
an4.198:6.7 ‘Biarlah sekian banyak sapi jantan disembelih untuk pengorbanan, sekian banyak sapi muda disembelih untuk pengorbanan, sekian banyak sapi betina muda disembelih untuk pengorbanan, sekian banyak kambing disembelih untuk pengorbanan, sekian banyak domba jantan disembelih untuk pengorbanan, sekian banyak kuda disembelih untuk pengorbanan, sekian banyak pohon ditebang untuk tiang pengorbanan, sekian banyak rumput dipotong untuk hamparan pengorbanan.’
an4.198:6.8 Para budak, pelayan, dan pekerja-pekerjanya melaksanakan tugas mereka di bawah ancaman hukuman dan ketakutan, menangis dengan wajah berlinang air mata.
an4.198:6.9 Demikianlah, para bhikkhu, seseorang menyiksa dirinya sendiri dan orang lain, menekuni praktik penyiksaan diri dan penyiksaan orang lain.
