an4.193:14.1 Ketika hal ini dikatakan, Bhaddiya sang Licchavi berkata kepada Sang Bhagavā:
an4.193:14.2 “Luar biasa, Bhante! … Mulai hari ini, Bhante, semoga Sang Bhagavā mengingatku sebagai umat awam yang telah pergi berlindung seumur hidup.”
Khotbah dengan Bhaddiya
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana kita memutuskan apa yang benar dan bermanfaat dalam hidup. Melalui dialog yang hangat antara Buddha dan Bhaddiya, kita diajak untuk tidak mudah percaya pada tuduhan atau otoritas, melainkan menyelidiki sendiri kualitas-kualitas batin yang membawa pada kebahagiaan sejati.
Bhaddiya, seorang Licchavi, mendatangi Buddha di Vesālī untuk mengklarifikasi tuduhan bahwa Buddha menggunakan tipu daya untuk mempertobatkan pengikut agama lain. Buddha menjawab dengan mengajarkan prinsip penyelidikan mandiri: jangan menerima ajaran hanya karena otoritas, tradisi, atau logika, melainkan karena mengetahui sendiri mana yang bermanfaat dan mana yang tidak. Melalui tanya jawab, Bhaddiya menyadari bahwa kualitas tidak bermanfaat (keserakahan, kebencian, delusi, agresi) membawa bahaya, sedangkan kualitas bermanfaat (ketidakserakahan, cinta kasih, pemahaman, kebajikan) membawa kesejahteraan. Di akhir sutta, Bhaddiya menyatakan berlindung kepada Buddha, dan Buddha menegaskan bahwa 'tipu daya' yang dimaksud adalah ajaran untuk meninggalkan yang tidak bermanfaat dan mengembangkan yang bermanfaat.
an4.193:14.1 Ketika hal ini dikatakan, Bhaddiya sang Licchavi berkata kepada Sang Bhagavā:
an4.193:14.2 “Luar biasa, Bhante! … Mulai hari ini, Bhante, semoga Sang Bhagavā mengingatku sebagai umat awam yang telah pergi berlindung seumur hidup.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.